Skip to main content

 

SELENDANG WASILAH ZIARAH KUBUR

 

Ziarah berasal dari kata kerja (fi’il) زار – يزور yang memiliki makna berkunjung. Sedangkan kata ziarah itu bentuk masdar dari fi’il زار yaitu زيارةَ , maka dikatakan زرتُ إلى أبي بكرٍ (saya berkunjung kepada Abu Bakar). Penjelasan diatas bisa disimpulan bahwa kata ziarah memiliki makna berkunjung, serta tidak ada pengkhususan penggunaan kata ziarah yang diartikan mengunjungi pekuburan. Sehingga kata ziarah memiliki makna yang umum, semua maknanya berkunjung masuk pada kata ziarah tersebut. Sehingga bila ingin makna yang khusus, maka harus menambahkan qoid (pengikat /pengkhususan kata) contoh: ziarah kubur. Maka arti dari kata ziarah tersebut adalah mengunjungi kuburan.

Kegiatan ziarah kubur adalah upaya mendoakan seseorang yang sudah meningal dunia  dengan tujuan untuk membentuk kepribadian manusia secara religius serta mengingatkan manusia kepada manusia lainya akan kematian, serta meneladani apa yang telah dilakukan oleh orang muslim yang telah wafat, baik itu muslim biasa, orang shalih, ulama, nabi dan para wali dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT guna membangkitkan semangat dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Ziarah makam ke orang shalih, ulama, dan para wali baik itu di wilayah Jawa Timur ataupun Jawa Tengah itu sudah menjadi agenda rutin santri putra atau putri yang setingkat SLTP-SLTA yang sudah sampai pada jenjang pendidikan akhir disekolah formal. Setiap tahunnya Pondok Pesantren Panggung Tulungagung baik putra atau putri selalu ada agenda sowan kiai sepuh. Biasanya dilaksanakan sebelum Ujian Akhir Nasional, dimana agenda ini merupakan agenda rutin untuk santri kelas tiga baik itu tingkat SLTP atau SLTA yang sudah sampai pada jenjang pendidikan akhir disekolah formal setiap tahunnya, namun jika ada santri lain yang menginginkan ikut ziarah maka diperkenankan untuk mengikuti ziarah kubur jika tempat duduk belum memenuhi kuota tersebut. Pada tahun 2021 ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena sejak adanya intruksi menjaga jarak sosial dan beraktivitas di rumah saja menjadi lesu, tidak terkecuali wisata religi makam orang shalih, ulama, wali, baik itu di wilayah Jawa Timur atau Jawa Tengah. Wisata ini adalah salah satu daya tarik pengunjung wisatawan lokal atau luar kota. Namun semenjak merebaknya pandemi Covid-19, makam orang shalih, ulama, wali yang  berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa ini menjadi sepi. Akhirnya ziarah tahun 2021 ini di putuskan bahwasannya ziarah auliya’ hanya dilaksanakan oleh santri putri tingkat SLTP atau SLTA (Sekolah Umum) dengan tujuan ziarah kubur auliya’ Jawa Tengah.  Pelaksanaan ziarah kubur dilaksanakan pada tanggal 20 s.d 22 Desember 2021 dengan mengambil tema “Selendang Barokah dan Wasilah Ziarah Kubur Waliyullah”.

Rangkaian acara dimulai pada hari senin sore dengan titik kumpul di Mushola Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung, yang diawali dengan sambutan oleh Ketua pelaksana ziarah dan masayih. Dalam sambutan tersebut, rombongan peziarah makam auliya’ diingatkan masayih untuk menata niat akan maksut ziarah auliya’ dengan baik, menjaga kesehatan selama perjalanan, dan untuk selalu kompak dalam melafalkan istighosah saat ziarah makam. Setelah itu dilanjut istighosah dan do’a bersama di makam K.H. Asrori Ibrohim dan K.H. Mohammad Syafi’i Abdurrohman sampai selesai. Para rombongan peziarah auliya’ kemudian naik bis yang telah di sediakan oleh panitia serta tempat duduk yang sudah atur oleh panitia sebelumnya. Bis yang digunakan pada ziarah auliya’ kali ini ada satu plus satu pemandu yang berasal dari Pondok Pesantren Panggung Putri Tulungagung sendiri yang akan memimpin doa dan menceritakan sejarah mengenai destinasi yang akan dikunjungi. Pemberangkatan dimulai sekitar pukul 14:30 dengan tujuan pertama adalah makam Kiai Ageng Muhammad Hasan Besari, seorang Pendiri Pesantren Tegalsari pada awal abad 18 M, Jetis, Ponorogo yang mengkombinasikan dua kutub antara Islam dan Nasionalisme.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju makam Sunan Muria. Setelah sampai lokasi, barulah rombongan peziarah turun dari bis, utuk sampai pada lokasi makam harus naik anak tangga yang berkelok-kelok cukup jauh atau bisa dengan naik ojek. Suasana disana sejuk dan airnya yang agak dingin dapat memberi kesegaran saat wudlu. Setelah selesai melakukan istighosah bersama, kemudian rombongan peziarah turun dan menikmati pemandangan di sekitar kawasan makam Sunan Muria. Para rombongan peziarah dapat mengabadikan kenangan dengan berfoto bersama dan juga berbelanja di pasar yang ada disana dengan harga yang cukup terjangkau. Rombongan peziarah meniggalkan kawasan makam Sunan Muria dan melanjutkan perjalanan menuju makam Sunan Kudus yang letaknya tidak jauh, karena hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk bisa sampai lokasi. Adapun alat trasportasi yang digunakan bisa memakai jasa delman maupun becak. Setelah sampai di makam Sunan Kudus, kegiatannya istighosah bersama. Setelah istighosah selesai, kemudian para peziarah kembali ke parkiran dengan menggunakan delman maupun becak. Kemudian dilanjutkan sholat shubuh berjama’ah, dan sarapan bersama di warung makan sampai selesai.

Rombongan peziarah meniggalkan kawasan tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju makam Sunan Kalijaga yang letaknya tidak jauh dari sana. Sesampainya di makam Sunan Kalijaga dilakukan istighosah bersama sampai selesai. Kemudian rombongan peziarah kembali ke bis dilanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Demak. Sesampainya di Masjid Agung Demak, dilaksanakan istighosah bersama di makam Raden Fatah. Selesainya istighosah bersama peziarah diberi waktu untuk beristirahat di Masjid Agung Demak. Dikarenakan perjalanan yang cukup jauh, maka dilaksanakan sholat jama’ taqdim atau ta’kir. Setelah selesai sholat, kemudian para rombongan bersama-sama melanjutkan perjalanan lagi menuju makam Sunan Gunung Djati yang terletak di Cirebon Jawa Barat yang juga memakan waktu cukup lama. Sesampainya di kawasan makam Sunan Gunung Djati, para rombongan kemudian masuk dan melaksanakan istighosah bersama. Setelah selesai melaksanakan istighosah, para rombongan peziarah kemudian kembali ke bis untuk menuju destinasi Malioboro.

 

Comments

Popular posts from this blog

NAHKODA SANTRI

NAHKODA SANTRI   Dahulu sebelum ajaran Islam datang di tanah jawa semua mengenal adanya Tuhan akan tetapi Tuhan pada zaman dahulu adalah sesuatu yang tidak abadi. Sejauh mata memandang semuanya tidak ada yang berubah dan seiring dengan perubahan zaman   semuanya telah berubah. Dimana semua itu digantikan dengan kulturasi perpaduan antara agama Islam dan budaya, disitulah kemungkinan pondok pesanten lahir dari mengadopsi perpaduan beberapa budaya. Konon, istilah pesantren katanya berasal dari kata “santri” yang berarti murid yang kemudian diberi imbuhan pe-an menjadi pe-santri-an dan kemudian orang menyebutnya menjadi pesantren, sedangkan istilah pondok itu katanya berasal dari Bahasa Arab yaitu funduq yang berarti asrama atau tempat penginapan. “pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama islam dengan menekankan pentingnya moral agama islam sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari”. Kalangan Pond...

KESUKAAN ZIARAH KUBUR

KESUKAAN ZIARAH KUBUR K.H. Asrori Ibrohim,   selama ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang toleran. Dibalik kearifanya K.H. Asrori Ibrohim mempunyai kesukaan yang tidak biasa dilakukan oleh orang lain. Kesukaan K.H. Asrori Ibrohim itu adalah ziarah makam ulama’ dan leluhur. Karena bagi seorang muslim yang hidup di negara kesatuan republik indunisia pastilah tidak asing dengan yang namanya ziarah kubur, dimana ziarah kubur ini sudah menjadi kebiasaan berziarah ke makam, baik makam orang tua, habib, ulama’ dan pendiri bangsa. K.H. Asrori Ibrohim juga mengutarakan bahwa tradisi berziarah kemakam adalah kebiyasaan turun temurun dari zaman Rasulullah Saw hingga sekarang. Dalam ziarah makam terdapat sebuah pesan terpenting adalah mengingatkan bahwa yang bernyawa akan kembali kepada-Nya lewat kematian. Tujuan diadakan rutinan ziarah kamam itu agar kita mengingat kematian bahwa ternyatao orang hidup bakal mati. Selain itu berziarah ke makam akan memberikan edukasi bagi santri-santri u...

BELENGGU NAFSU DRAKOR

BELENGGU NAFSU DRAKOR      Sembari kumelamun. Diam dikala malam. Merenung kenapa manusia-manusia sepertiku ini sulit diajak bersyukur, terkadang banyak menimbulkan madharot saat malam yang sunyi, mestinya digunakan untuk istirahat la kok malah di buat nonton daram korea. Dari filmnya yang terdiri dari belasan episode bahkan puluhan episode, pembawaan karakter yang romantis bikin kaum hawa iri, apalagi jika adegan yang mengharukan, bikin kaum hawa mewek.       Bukan masalah itu yang ku maksud tapi waktu tidur malam yang mastinya dibuat istirahat kenapa malah dibuat nonton drama korea?......apakah kita tidak sadar bahwa tubuh ini juga menginginkan istirahat, tapi kenapa ego kita akan nafsu ini malah kita unggulkan. Aku sadar itu hak kalian untuk nonton film tapi kenapa ego akan nafsu mu menggebu-gebu menginginkan mata jadi terbuka lebar sampai pagi dan apa yang kita dapat dari itu semua?...... apakah banyak manfaat?.... atau malah sebaliknya.  ...