Skip to main content

 

K.H. Drs. H. Muhammad Fathurro'uf, M.Pd.I.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung
Periode 2016 s.d. 2021

 

Drs. H. Muhammad Fathurro'uf, M.Pd.I. atau Gus Ro'uf adalah ketua umum yang begitu loyalitas terhadap semua masyarakat baik itu karyawan kantor atau pun jajaran pimpinan dan selain menjadi ketua di lembaga BAZNAS beliau juga salah satu tokoh ulama Tulungagung sekaligus  pengasuh PPHM Asrama Putra Sunan Gunung Jati Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.  Beliau seorang pimpinan sekaligus ulama’ yang faqih, ‘abid, sederhana ‘alim ‘allamah yang sudah bergelut dengan getir dan pahitnya kehidupan. Beliau terkenal dengan kesabarannya memecahkan sebuah masalah yang dihadapi pada kala waktu itu, beliau orangnya suka bersilaturahmi masyarakat Kabupaten Tulungagung pada khususanya dan ke seluruh lapisan masyarakat pada umumnya. Beliau sosok yang begitu getol dalam memimpin dan memberikan inovasi-inovasi baru dalam menelurkan terobosan-terobosan baru dalam memajukan lembaga BAZNAS Kabupaten Tulungagung. Untuk memajukan semuanya itu beliau tidak sendiri akan tetapi beliau dibantu oleh beberapa wakil ketua diantaranya wakil ketua satu bidang pengumpulan Drs. H. Budiono, M.M., wakil ketua dua bidang pendistribusian dan pendayagunaan Bagus Ahmadi, S.Pd.I., M.Sy., M.Pd.I., wakil ketua tiga bidang perencanaan, pelaporan dan keuangan Zainul Fuad, SE, wakil ketua empat bidang administrasi, SDM dan umum  Drs. Ahmad Mashuri dan dibantu oleh karyawan dibidangnya masing masing. Kemajuan dari tahun ketahun selalu mengalami fruktuaktif baik itu bidang pengimpunan maupin bidang lainya, yang mana setiap tahunya selalu di adakan sosialisasi tentang zakat, infak dan sedekah yang disingkat ZIS. Masyarakat Kabupaten Tulungagung dalam memahami zakat itu ya zakat firah yang dikeluarkan setiap tahun di waktu bulan suci ramadhan, mengingat akan hal itu BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah prihatin akan animo dimasyarakat yang seperti itu. Menyikapi dari hal tersebut BAZNAS Kabupaten Tulungagung telah mencanangkan program kerja satu taun kedepan baik itu program kerja BAZNAS Kabupaten Tulungagung atau permintaan dari instansi, UPZ atau ormas lainya. Tujuan dari pada sosialisasi tersebut, untuk memberikan wawasan tentang ZIS yang sudah terakomodir oleh pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT.atas limpahan rahmad, taufiq, hidayah dan semua nikmat-Nya. Syukur pula atas ridho dan anugerah-Nya kepada kita sebagai pejuang kebangkitan ZIS dapat terus berkiprah bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung berupa menjalankan syariat Islam dan Undang-undang, yakni tugas memugut ZIS dari mereka para muzaki, munfiq, dan mutashaddiq. Kita terus menerus berupaya mengkatkan kesadaran masyarakat dalam berzakat,berinfak, dan bersedekah dalam kerangka tujuan pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Tulungagung.

Kita telah mensyukuri apa yang telah terlaksana dari tahun ketahun telah mengalami fruktuaktif , selanjutnya kita harus optimis dalam mengemban amanah dari seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung yang telah di berikan kepada kita dan semoga semuanya semakin baik, semakin meningkat. Semoga kesadaran masyarakat Kabupaten Tulungagung dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah  terus meningkat, semoga BAZNAS Kabupaten Tulungagung tetap amanah, provisional, transparan dan akuntabel. Semoga pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung terus mendorong  dan lebih pro aktif dalam upaya akselerasi kebangkitan zakat di Kabupaten Tulungagung, misalnya dimulai dengan membuat kebijakan atau regulasi tentang ZIS untuk mustahik , munfiq dan mutashaddiq di lingkuanga ASN pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Tulungagung pada Umumnya.

Comments

Popular posts from this blog

TUMPANG TINDIH

TUMPANG TINDIH      Terkadang hidup ini membingungkan, dimana gejolak permintaan dalam sebuah pilihan selalu silih berganti. Keresahan melanda setiap detik, begitu juga dengan kebingungan yang selalu datang setiap harinya namun terkadang bingung yang akan ia perbuat. Tatkala ada seseorang yang orang berkarya, ia ikut-ikutan berkarya dan jika ada sesuatu yang sudah ada tak membuatnya ia tenang namun malah resah.       Setiap telapak kaki ini melangkah dengan pelan semua berjalan sayup sayup, laksana angin sore semilir menerpa dedaunan padi disawah. Inilah kehidupan seseorang yang terkadang tak tentu, sulit rasanya menuangkan kerumitan perjalanan hidup ini dalam derap langkah yang pasti. Mungkin banyak di luarsana orang pintar yang telah memanfaatkan tenaganya orang lain untuk ia gunakan sebagai batu loncatan tuk meraih segalanya tanpa harus ia merasa iba terhadap  kehidupannya.       Namun ada pula seseorang yang di depan baik n...

KESUKAAN ZIARAH KUBUR

KESUKAAN ZIARAH KUBUR K.H. Asrori Ibrohim,   selama ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang toleran. Dibalik kearifanya K.H. Asrori Ibrohim mempunyai kesukaan yang tidak biasa dilakukan oleh orang lain. Kesukaan K.H. Asrori Ibrohim itu adalah ziarah makam ulama’ dan leluhur. Karena bagi seorang muslim yang hidup di negara kesatuan republik indunisia pastilah tidak asing dengan yang namanya ziarah kubur, dimana ziarah kubur ini sudah menjadi kebiasaan berziarah ke makam, baik makam orang tua, habib, ulama’ dan pendiri bangsa. K.H. Asrori Ibrohim juga mengutarakan bahwa tradisi berziarah kemakam adalah kebiyasaan turun temurun dari zaman Rasulullah Saw hingga sekarang. Dalam ziarah makam terdapat sebuah pesan terpenting adalah mengingatkan bahwa yang bernyawa akan kembali kepada-Nya lewat kematian. Tujuan diadakan rutinan ziarah kamam itu agar kita mengingat kematian bahwa ternyatao orang hidup bakal mati. Selain itu berziarah ke makam akan memberikan edukasi bagi santri-santri u...
  Selamat Hari Kartini Mari Bersama Kita Dorong Semangat Wanita Pesantren (Santri-Santri Putri) Dalam Menghadirkan Ghiroh Perjuangan Raden Adjeng Kartini   Raden Adjeng Kartini adalah s alah satu pahlawan paling fenomenal di Indonesia. Beliau juga dari kalangan  priyayi  atau kelas bangsawan Jawa. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Raden Adjeng Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Raden Adjeng Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat pada mulanya hanyalah seorang wedana di Mayong. Saat kolanial berkuasa, mereka telah merubah sistem sistem yang sudah ada. Hingga akhirnya mau tidak mau Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat harus mematuhi peraturan kolonial. Peraturan waktu itu mengharuskan seorang bupati ber...